Rabu, 16 Juli 2014
Benarkah Seperti itu?
07.05
No comments
Mungkin saya telah lama tidak menjamah blog ini dan berusaha kembali hadir dengan tulisan berbeda tema dari sebelumnya, dan silahkan menikmati...
Sahabat mungkin salah satu kata yang begitu melekat di telinga kita sebagai seorang pemuda dan pemudi yang memiliki kawasan sosialisasi di sekolah dan tempat “ngegaul” lainnya. Secara sadar atau tidak mereka yang selama ini kita anggap sahabat adalah orang-orang yang dikirim oleh Tuhan sebagai keluarga kita dalam bentuk lain. Saya yakin jika anda yang membaca tulisan ini adalah perempuan maka sahabat anda adalah rata-rata perempuan dan jika anda laki-laki maka mayoritas sahabat anda adalah laki-laki. Tidak bisa dipungkiri bahwa memang saat berbagi dan bercerita kita lebih cenderung kepada orang-orang yang memiliki pemikiran yang sama, karena pada umumnya laki-laki akan sering menggunakan logika dan perempuan lebih sering menggunakan perasaan.
Namun pernahkah anda tertarik dengan persahabatan seorang laki-laki dan perempuan? walaupun tidak tertarik setidaknya anda pernah mendengar atau melihatnya. Persahabatan memang tidak mengenal laki-laki dan perempuan asal anda merasa “nyaman” dengan orang tersebut maka anda akan lebih leluasa dan merasa nyaman ketika mencurahkan isi hati anda, baik sedang senang atau sedang sedih bahkan saat anda marah.
Dan sekali lagi saya bertanya, Apakah pernah anda menemukan dua orang bersahabat antara perempuan dan laki-laki memiliki hubungan yang “murni” hanya sahabat sampai mereka memiliki pasangan masing-masing tanpa pernah terbesit sedikit dan bahkan sepintas pikiran tentang perasaan “suka” terhadap sahabatnya itu? Secara Jujur saya adalah salah satu mungkin dari puluhan atau ratusan atau ribuan bahkan jutaan yang TIDAK pernah percaya persahabatan antara laki-laki dan perempuan dapat berjalan seperti biasa tanpa ada “rasa” saling suka bahkan sayang diantara mereka berdua, baik kedua belah pihak atau hanya satu pihak. Dalam kasus seperti ini yang paling sering saya temukan adalah selalu perempuan yang pertama kali memiliki rasa ini , diawali dengan rasa nyaman yang diberikan sang lelaki kemudian berkembang menjadi rasa suka karena kedekatan mereka dan kemudian menjadi sayang dan mungkin bisa berupa kasus yang sebaliknya. Memang tak bisa disalahkan karena pada hakikatnya cinta tak mengenal rupa dan tak mengenal status, yang cinta tahu adalah datang tiba-tiba dengan segala keindahannya dan juga pergi tiba-tiba dengan segala kepedihannya.
Setiap perjalanan tidak selalu berjalan mulus dan berakhir bahagia seperti kebanyakan cerita dongeng atau cerita sinetron di televisi, karena terkadang ketika salah satu pihak memiliki rasa dan pihak lainnya tidak, maka semua akan bertepuk sebelah tangan yang akan membuat hubungan yang awalnya persahabatan itu menjadi sebuah permusuhan. Namun ada juga yang walaupun diawali dari salah satu pihak kemudian pihak lain memberi respon yang positif dan akhirnya mereka bisa menyatu.
Dan tetap pada pendirian saya bahwa saya TIDAK pernah percaya terhadap persahabatan antara perempuan dan laki-laki yang bisa murni hanya persahabatan tanpa tersentuh oleh cinta. Tapi ini hanya keyakinan yang memang hak seseorang untuk menilainya seperti apa dan jika memang anda meyakini ADA persahabatan antara laki-laki dan perempuan yang murni mungkin anda benar dan mungkin juga ada ratusan bahkan ribuan orang pula yang meyakininya. Serta hal ini takkan bisa merubah indahnya persahabatan dan indahnya percintaan :)
Terima kasih
©NSA
Sabtu, 15 Februari 2014
Rabu, 08 Januari 2014
Tips "TAMPIL" di depan
02.38
1 comment
Melakukan presentasi bukanlah hal mudah , mungkin itu pemikiran yang masih membelenggu sebagian orang jika akan presentasi. Mungkin itu akan menjadi kenyataan apabila kita memang tidak mempersiapakan sebuah strategi atau ritual khusus sebelum memlakukan presentasi. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhaikan ketika melakukan presentasi supaya kiaa dapat melakukannya sesuai harapan.
Body Language (Bahasa Tubuh)
kita perlu memperhatikan hal yang satu ini supaya apa yang kita sampaikan bisa sesuai dengan apa yang didengarkan dan dilihat audience pada tampilan kita.
Gaya Bahasa
Jangan pernah membuat argumen yang menggunakan satu sudut pandang saja tetapi dari berbagai sudut pandang sehingga dapat diterima oleh semua audience yang ada sehingga mereka lebih memahami.
Kuasai Materi
ini juga merupakan bagian vital sebelum kita ingin mempresentasikan sesuatu karena didepan sana kita posisinya adalah orang yang memahami apa yang sedang kita sampaikan sehingga dapat tersampaikan secara jelas kepada audience.
Penampilan Menarik
karena anda adalah orang yang menjadi pusat perhatian maka usahakan penampilan anda memang menunjang untuk menjadikan kondisinya seperti itu sehingga para audience tetap ke arah anda dan mendengarkan materi yang disampaikan.
Berkarakter
Menjadi pembicara memang harus kita miliki dalam presentasi karena itu akan memberikan suatu nilai tambah kita dalam melakukan presentasi sehingga audience selalu teringat dengan apa yang kita sampaikan.
Rabu, 01 Januari 2014
Transformers: Age of Extinction Bakal Tewaskan Optimus Prime?
19.58
4 comments
Optimus prime? Mungkin beberapa dari kita tidak asing lagi dengan nama tersebut . Itu adalah nama dari pimpinan Autobots dalam melawan Decepticon dalam film Transformers.
Pada tahun depan film ke empat dari Transformer akan di luncurkan
dengan persiapan matang oleh Paramount. Dalam serial animasinya yang
berjudul “Transformer The Movie” sosok optimus prime diceritakan tewas,
beberapa penggemar film ini menafsirkan kematian Optimus Prime ini akan
dibawa nanti dalam ‘Transformers: Age of Extinction’ apalagi, para
pembuat film telah mengkonfirmasi kehadiran Dinobots yang kemungkinan
akan menggantikan peran para Autobots.

Di film animasi, karakter Rodimus Prime muncul menggantikan Optimus Prime namun belum bisa dikonfirmasi secara pasti.
Semoga para penggemar Transformers tidak dikecewakan oleh sang
saudara Michael Bay dan rekan-rekannya. Sehingga, film Transformers: Age
of Extinction yang tayang pada 27 Juni 2014 mendatang bisa menimbulkan
kesan yang sangat mendalam bagi para penggemar.
Sumber : http://showbiz.liputan6.com/read/700849/transformers-age-of-extinction-bakal-tewaskan-optimus-primeSelasa, 24 Desember 2013
OSPEK ?? TRADISI TURUN TEMURUN KAH ??
07.19
9 comments
Apakah benar ospek adalah sebuah tradisi turun temurun yang harus di laksanakan ?? pertanyaan itulah yang selalu menghantui pikiran setiap mahasiswa baru. Selama ini ospek dijadikan suatu alasan ampuh yang mengatakan bahwa Osek penting adanya karena merupakan salah satu proses orientasi atau pengenalan mahasiswa baru terhadap lingkungan kampusnya,namun tak jarang juga yang tetap meyelipkan kekerasan fisik dalam setiap kegiatannya.
Berita terbaru berasal dari salah satu kampus dimalang yaitu Institut Teknologi Malang (ITN) yang menewaskan salah satu mahasiswa barunya karena diduga kelelahan dalam mengikuti ospek yang dilakukan seniornya di kawasan Goa China, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, 12 Oktober 2013. Menurut pernyataan salah satu saksi yang merupakan teman Fikri, dia meninggalkan karena kelelahan setelah di hokum seniornya dan kasus ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
Asal mula ospek ini berasal dari Universitas Cambridge, Inggris yang kebanyakan mahasiswa barunya adalah anak orang kaya sehingga sulit untuk diatur oleh karena itu sebagai senior yang meiliki kekuasaan diberlakukan ospek supaya tumbuh rasa hormat dan menghargai dari mahasiswa baru tersebut.
Di Indonesia telah ada sejak zaman Kolonial dulu, tepatnya STOVIA atau Sekolah Pendidikan Dokter Hindia (1898-1927). Kemudian terus berlanjut pada masa Geneeskundinge Hooge School (GHS) atau Sekolah Tinggi Kedokteran (1927-1942). Sekarang STOVIA dan GHS menjadi FKUI Salemba.
Sampai saat ini Ospek merupakan menu wajib yang harus disantap oleh mahasiswa baru, walaupun tidak semua kampus di Indonesia mempertahankannya, walaupun banyak kecaman mengenai ospek namun sekarang malah semakin menjalar ke tingkat pendidikan SMP dan SMA.
Jika memang dirasa pengenalan mahasiswa baru terhadap kempusnya merupakan suatu point wajib maka harus dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya sehingga dapat tercapai suatu tujaun yang sesungguhnya dan dunia pendidikan di Indonesia dapat semakin meningkat.
sumber : http://www.kaskus.co.id
Selasa, 03 Desember 2013
Motivasi Terbesar
01.03
9 comments
Bagi yang belum pernah merasakan nikmat dan indahnya berbakti kepada orang
tua
Bagi yang belum maksimal berbakti kepada mereka
Ketauhilah…bahwa ternyata dalam usaha untuk melaksanakan bakti terdapat
seni!
Seni bagaimana bertutur kata yang baik…mencari kata-kata yang tidak
menyakiti orang tua.
Seni bagaimana membuat orang tua selalu tersenyum bahkan kalau bisa tertawa
riang gembira.
Seni bagaimana menahan rasa ingin makanan dan minuman yang tersedia karena dikira
orang tua juga menginginkannya.
Seni bagaimana berusaha mencari makanan dan minuman yang diinginkan oleh
orang tua, meskipun terkadang harus kepanasan, kehujanan.
Seni bagaimana lebih mendahulukan mereka dibandingkan anak dan istri tanpa
menelantarkan anak dan istri.
Seni bagaimana menjaga perasaan orang tua.
Seni bagaimana bersikap tawadhu’ di depan orang tua.
Seni ketika menafkahi orang tua, bagaimana kita harus lebih beriman kepada
janji Allah Ta’ala dalam hal memberikan nafkah, meskipun terkadang kita dalam
keadaan sulit dan kepepet.
Seni bagaimana agar orang tua tidak malu menerima pemberian kita, anaknya.
Dari sinilah akhirnya, semoga kita lebih memahami:
1- Kenapa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh seseorang lebih
mendahulukan berbakti kepada orang tuanya dibandingkan berjihad ( sebagaimana
dalam hadits riwayat Bukhari)
عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ ( جَاءَ
رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَأْذَنَهُ فِي
الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ
).
Artinya: “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata; “Pernah
seseorang mendatangi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lalu ia minta
izin untuk berjihad, Lalu Beliau bertanya: “Apakah kedua orang tua masih
hidup?” Orang itu menjawab:”Iya”. Beliau bersabda: “Berjihadlah dalam mengurus
keduanya.” HR. Bukahri.
2- Kenapa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam memerintahkan seseorang untuk tetap diam bersama ibunya,
karena pada kedua kaki ibunya terdapat surga.
عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ، أَنَّ جَاهِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ،
أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنِّي أَرَدْتُ أَنْ
أَغْزُوَ فَجِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ. قَالَ: «أَلَكَ وَالِدَةٌ؟» قَالَ: نَعَمْ،
قَالَ: «اذْهَبْ فَالْزَمْهَا، فَإِنَّ الْجَنَّةَ عِنْدَ رِجْلَيْهَا» هَذَا
حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ.
Artinya: “Mu’awiyah bin Jahimah meriwayatkan bahwa Jhimah radhiyallahu
‘anhu pernah mendatangi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata:
“Sungguh aku ingin berperang, dan aku datang meminta petunjuk kepada engkau?”,
beliau bersabda: “Apakah kamu memiliki ibu?”, ia menjawab: “Iya”, beliau
bersabda: “Pergilah dan tinggallah bersamanya, karena sesungguhnya surga pada
kedua kakinya.” HR. Al Hakim, beliau berkata: “Hadits ini adalah yang
shahih sanadnya dan belum disebutkan oleh kedua imam (Yaitu Imam Bukhari dan
Muslim).
3- Kenapa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam memerintahkan seorang pemuda yang telah membuat ibunya
menangis untuk kembali membuatnya tertawa.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ ( أَتَى رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي جِئْتُ أُرِيدُ
الْجِهَادَ مَعَكَ أَبْتَغِي وَجْهَ اللَّهِ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَقَدْ
أَتَيْتُ وَإِنَّ وَالِدَيَّ لَيَبْكِيَانِ قَالَ فَارْجِعْ إِلَيْهِمَا
فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا ).
Artinya: “Abdullah bin ‘Amr berkata: “Seseorang pernah mendatangi Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata: Wahai Rasulullah, sungguh aku datang
ingin berjihad bersama, aku berharap wajah Allah dan kehidupan ahirat, dan aku
telah datang dalam keadaan kedua orang tuaku benar-benar menangis?”, beliau
menjawab: “Kalau begitu, kembalilah kepada keduanya, buatlah mereka berdua
tertawa sebagaimana kamu telah membuat mereka berdua menangis.” HR. Ibnu Majah,
Abu Daud dan An Nasai.
sumber :
http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/seni-berbakti-pada-orang-tua.html
Langganan:
Komentar (Atom)







