Dari : Situs Alfi

kampus perjuanganku

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Sistem Informasi

My Beloved Departement

Selasa, 26 November 2013

TIGA ELEMEN BESINERGI SECARA TOTALITAS

TOTALITAS memiliki pengertian mengeluarkan semua kemampuan terbaik yang dimiliki tanpa suatu beban hingga mencapai sebuah titik limit terakhir. Dalam setiap kegiatan yang kita pilih untuk dilakukan seharusnya kita barengi dengan totalitas yang membuat hasilnya bisa maksimal.

http://doupafia.files.wordpress.com/2011/05/gerakan-mahasiswa.jpg
Ada tiga komponen yang selalu saya ingin lakukan secara totalitas dan dapat berjalan secara sinergis, pertama adalah belajar, sebagai seorang mahasiswa sadar atau tidak, salah satu kewajibannya adalah belajar, belajar disini bukan hanya dalam hal akademis saja tetapi  mengenai segala hal dalam hidup ini yang dapat dipelajari serta dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita.
Kedua adalah  berorganisasi, organisasi penting bagi kita karena merupakan salah satu contoh kecil sebelum benar-benar terjun dalam dunia masyarakat yang pastinya nanti akan lebih banyak permasalahan dan cara yang harus dilakukan untuk manajemen suatu kegiatan, sehingga organisasi merupakan salah satu tempat untuk berlatih .
Ketiga adalah berkarya, seorang mahasiswa yang dapat dikatakan sebagai generasi harapan bangsa harus mampu berkarya untuk memberikan konstribusi nyata pada masyarakat yang menaruh harapan besar pada kita, karya yang inovatif serta kreatif yang dapat membantu meringankan permasalahan masyarakat merupakan seebuah pembuktian bahwa kita adalah mahasiswa yang peduli terhadap segala bentuk permasalahan di dalam bangsa ini, seperti pepatah mengatakan “jangan tanyakan apa yang diberikan bangsa ini kepadamu, namun tanyakan apa yang bisa kamu berikan untuk bangsamu”.
            
 Jika ketiga hal tersebut bisa berjalan secara bersama dan dilakukan secara totalitas maka akan terbentuk individu-individu yang dapat menjadi penerus bangsa berkualitas dan dapat membangun bangsa ini jauh lebih baik lagi. Dan perlu diyakini segala bentuk apapun yang kita lakukan jika dilakukan secara ikhlas dan penuh totalitas akan menghasilkan sesuatu secara maksimal sehingga

Bekerjalah bagaikan tak butuh uang, mencintailah bagaikan tak pernah disakiti serta menarilah bagaikan tak seorang pun sedang menonton, sehingga akan selalu merasa semua yang kita lakukan tanpa ada rasa pamrih dan penyesalan

Sabtu, 16 November 2013

Sukses ???



Ketika kita ditanya apa itu sukses, pasti sebagian besar orang akan mengaitkannya dengan pencapaian materi atau harta. Itulah yang terjadi di zaman yang serba materialistis ini.

Seperti apa sukses yang sebenarnya?
- Kalau sukses diukur dari banyaknya uang, berarti orang yang uangnya sedikit tidak dikatakan sukses.
- Kalau sukses diukur dari rumah mewah dan besar, berarti orang yang rumahnya kecil bukan orang yang sukses.
- Kalau sukses diukur dari istri yang cantik atau suami yang tampan, berarti mereka yang punya istri kurang cantik atau suami kurang tampan dikatakan tidak sukses.





Sukses yang sebenarnya adalah apa yang kita rasakan, apabila kita merasa nyaman bangga dan antusias terhadap sesuatu yang kita kerjakan maka disitulah kita dikatakan sukses karena semua terjadi secara alami dan kita merasa bahagia dan senang dalam melakukan hal tersebut.
Banyak orang yang belum menyadari bahwa sukses tidak hanya di ukur melalui hal yang dapat dilihat secara fisik saja namun dengan hal-hal yang membuat kita merasa bahagia dan bangga adalah suatu pencapaian yang sesunggguhnya.


Hidup adalah hidup Anda dan sukses adalah sukses Anda. Tidak ada yang berhak ikut campur menentukan bagaimana seharusnya Anda sukses. Untuk apa Anda dianggap sukses bagi orang lain, tapi dianggap gagal oleh diri sendiri? Untuk apa orang lain kagum dengan apa yang Anda capai, tapi Anda sendiri tidak pernah bahagia menikmati hasil pencapaian Anda. What for? Ini namanya membohongi diri sendiri.

Selasa, 05 November 2013

Efek bacaan Al Quran

Penelitian ilmiah pengaruh bacaan al Qur'an pada syaraf, otak dan organ tubuh lainnya.

Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).


“Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an…”.


Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.


Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.


Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.


Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.


Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur’an.


Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur’an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an.


Al-Qur’an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.


Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur’an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur’an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur’an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).


Efek yang menakjubkan yang dihasilkan dari mendengarkan  bacaan Quran.

 
Terus-menerus mendengarkan bacaan Alquran memberi Anda hasil berbuah nyata berikut:


·        
Meningkatkan kekebalan tubuh.
·        
Meningkatkan  kreativitas.
·        
Meningkatkan kemampuan konsentrasi.
·        
Menyembuhkan penyakit kronis dan tak tersembuhkan.
·        
Mengubah perilaku dan memungkinkan orang untuk berkomunikasi dengan lebih baik dan mendapatkan kepercayaan.
·        
Menciptakan kedamaian dan menyembuhkan ketegangan saraf.
·        
Menyembuhkan kegelisahan, dan iritasi.
·        
Meningkatkan kemampuan mengambil keputusan yang tepat.
·        
Mengurangi rasa takut dan ragu-ragu.
·        
Meningkatkan dan memperkuat kepribadian.
·        
Menyembuhkan penyakit normal seperti alergi, sakit kepala, flu, dll.
·        
Meningkatkan kemampuan pidato.
·        
Melindungi dari penyakit seperti kanker dan sebagainya.
·        
Mengubah beberapa kebiasaan buruk seperti makan berlebihan dan merokok.

Berbagai Sumber.
from : http://artikel2keislaman.blogspot.com/